Tebarkan Ilmu, Tumbuhkan Amal, Petiklah Ridlo Illahi
  • Menata Hati dengan Kelembutan Cinta

    “Alangkah nikmatnya jadi pemaaf, batin tenang dan lapang, urusan menjadi mudah dan tuntas, hidup bahagia dan mulia serta dicintai dan dihormati orang.”

  • Taqwa

    Jika kalian mengharapkan berkah Allah, berbuatlah baik terhadap hamba-hamba-Nya.

  • Keep Tawakal

    “Boleh jadi Allah mengabulkan harapan kita dengan tak memberi apa yang kita inginkan karena Dia Maha Tahu bahaya yang akan menimpa dibalik keinginan kita”

Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT HATI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT HATI. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Oktober 2015

Syaitan tidak berhenti berusaha menjadikan amalan anak Adam tidak bernilai di sisi Allah. Diantara cara jitu syaitan adalah menjerumuskan anak Adam dalam berbagai model riyaa'. Sehingga sebagian orang "KREATIF" dalam melakukan riyaa', yaitu riyaa' yang sangat halus dan terselubung. Diantara contoh kreatif riyaa' tersebut adalah :

Pertama : Seseorang menceritakan keburukan orang lain, seperti pelitnya orang lain, atau malas sholat malamnya, tidak rajin menuntut ilmu, dengan maksud agar para pendengar paham bahwasanya ia tidaklah demikian. Ia adalah seorang yang dermawan, rajin sholat malam, dan rajin menuntut ilmu. Secara tersirat ia ingin para pendengar mengetahui akan amal ibadahnya.

Model yang pertama ini adalah model riya' terselubung yang terburuk, dimana ia telah terjerumus dalam dua dosa, yaitu mengghibahi saudaranya dan riyaa', dan keduanya merupakan dosa besar. Selain itu ia telah menjadikan saudaranya yang ia ghibahi menjadi korban demi memamerkan amalan sholehnya
Kedua : Seseorang menceritakan nikmat dan karunia yang banyak yang telah Allah berikan kepadanya, akan tetapi dengan maksud agar para pendengar paham bahwa ia adalah seorang yang sholeh, karenanya ia berhak untuk dimuliakan oleh Allah dengan memberikan banyak karunia kepadanya.

Ketiga : Memuji gurunya dengan pujian setinggi langit agar ia juga terkena imbas pujian tersebut, karena ia adalah murid sang guru yang ia puji setinggi langit tersebut. Pada hakikatnya ia sedang berusaha untuk memuji dirinya sendiri, bahkan terkadang ia memuji secara langsung tanpa ia sadari. Seperti ia mengatakan, "Syaikh Fulan / Ustadz Fulan…luar biasa ilmunya…, sangat tinggi ilmunya mengalahkan syaikh-syaikh/ustadz-ustadz yang lain. Alhamdulillah saya telah menimba ilmunya tersebut selama sekian tahun…"

Keempat : Merendahkan diri tapi dalam rangka untuk riyaa', agar dipuji bahwasanya ia adalah seorang yang low profile. Inilah yang disebut dengan "Merendahkan diri demi meninggikan mutu"

Kelima : Menyatakan kegembiraan akan keberhasilan dakwah, seperti banyaknya orang yang menghadiri pengajian, atau banyaknya orang yang mendapatkan hidayah dan sadar, akan tetapi dengan niat untuk menunjukkan bahwasanya keberhasilan tersebut karena kepintaran dia dalam berdakwah

Keenam : Ia menyebutkan bahwasanya orang-orang yang menyelisihinya mendapatkan musibah. Ia ingin menjelaskan bahwasanya ia adalah seorang wali Allah yang barang siapa yang mengganggunya akan disiksa atau diadzab oleh Allah.

Ini adalah bentuk tazkiyah (merekomendasi) diri sendiri yang terselubung.

Ketujuh : Ia menunjukkan dan memamerkan kedekatannya terhadap para dai/ustadz, seakan-akan bahwa dengan dekatnya dia dengan para ustadz menunjukkan ia adalah orang yang sholeh dan disenangi para ustadz. Padahal kemuliaan di sisi Allah bukan diukur dari dekatnya seseorang terhadap ustadz atau syaikh, akan tetapi dari ketakwaan. Ternyata kedekatan terhadap ustadz juga bisa menjadi ajang pamer dan persaingan.

Kedelapan : Seseorang yang berpoligami lalu ia memamerkan poligaminya tersebut. Jika ia berkenalan dengan orang lain, serta merta ia sebutkan bahwasanya istrinya ada 2 atau 3 atau 4. Ia berdalih ingin menyiarkan sunnah, akan tetapi ternyata dalam hatinya ingin pamer. Poligami merupakan ibadah, maka memamerkan ibadah juga termasuk dalam riyaa'.

        Para pembaca yang budiman, ini sebagian bentuk riyaa' terselubung, semoga Allah melindungi kita dari terjerumus dalam bentuk-bentuk riyaa’ terselubung tersebut. Tidak perlu kita menuduh orang terjerumus dalam riyaa' akan tetapi tujuan kita adalah untuk mengoreksi diri sendiri.

Hanya kepada Allahlah tempat meminta hidayah dan taufiiq.

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 22-03-1434 H / 04 Februari 2013 M
Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
www.firanda.com
Posted by Master Teknik Indonesia on 20.29 in    No comments »

Rabu, 16 September 2015




Fatwa Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan: 
Fadhilatusy Syaikh,  saya mengadukan kerasnya hatiku dan rasa berat menjalankan ketaatan. Adakah solusi dari masalah ini?  Meskipun saya pribadi terlalu banyak dosa kemaksiatan apa nasehat Anda kepada saya?  Dan juga kepada saudari-saudariku yang disibukkan dengan gaya modis dan perkara lainnya yang membuat banyak wanita terfitnah agamanya.
Jawaban:
Saya katakan, hati yang keras itu memiliki obat yaitu dengan sering-sering membaca Al Qur’an. Dalilnya firman Allah Ta’ala,
“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah.” (Al Qur’an :21)
Sementara gunung seperti yang kita tahu isinya batu yang tuli kalau seandainya Al Qur’an diturunkan kepadanya ia akan tunduk dan terpecah belah. Demikian juga hati jika Al Qur’an sampai kepadanya dan seseorang membacanya dengan penuh penghayatan dan mencermati (maknnya) maka pasti akan berpengaruh di hatinya. Coba dengarkanlah firman Allah Ta’ala berikut,
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (QS. Qaf : 37)
Maka wahai saudariku, wajib bagimu membaca Al Qur’ an dengan tadabbur dan kekhusukan. Allah akan mengganti kerasnya hati dengan kelembutan dan kembali kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.
Adapun wanita-wanita yang disibukkan dengan mode sesunguhnya mereka telah merugi di dunia dan di akherat kecuali bila Allah menghendaki lain. Engkau akan terheran-heran dengan wanita semacam ini yang sibuk dengan berbagai macam mode. Mereka membuat lelah diri mereka sendiri, suami-suami mereka, ayah-ayah mereka dan wali-wali mereka. Lalu harta yang mereka pakai ini lari kemana?  Ya, masuk ke perusahaan perusahaan yang mendatangkan mode tersebut bahkan terkadang perusahan tersebut milik orang kafir. Itu artinya musuh kita mendapatkan untung dari harta kita.
Nasehatku kepada wanita-wanita diatas dan para wali mereka, janganlah mengekor kepada mode yang tidak ada kebaikannya sedikitpun kecuali hanya akan menghambur-hamburkan waktu dan harta. Sementara perbuatan ini bisa berpengaruh kepada hati, memalingkan diri dari ketaatan kepada Allah. ( Al Liqa Ays Syahri 72)
Sumber: Wanitasalihah.Com
Posted by Master Teknik Indonesia on 18.38 in    No comments »

Senin, 14 September 2015


Kelembutan hati sudah seharusnya menjadi bagian dari diri kaum Muslimin. Hati yang lembut akan mudah dalam menerima kebenaran dan kebaikan. Lalu bagaimana dengan yang sebaliknya, yaitu hati yang keras?
Seorang muslim harus selalu menjaga kualitas hatinya. Hati seorang muslim harus selalu bersih, tidak dengki, tidak iri, tidak riya dan tidak terjangkit berbagai penyakit hati lainnya. Seorang muslim juga harus senantiasa menjaga agar hatinya lunak, tidak keras. Hati yang lunak akan mudah dalam menuntut ilmu, mudah menerima hidayah, mudah menerima kelebihan orang lain dan berbagai sifat baik lainnya. Sementara hati yang keras akan memunculkan sifat dan perilaku yang kurang baik dan merasa berat dalam menjalankan ibadah.
Ada tiga penyebab hati seseorang menjadi keras. Ketiga hal ini harus dipelajari agar senantiasa dihindari sehingga terbebas dari penyakit keras hati. Berikut akan dijelaskan apa saja perkara yang dapat mengeraskan hati seperti ditulis dalam fimadani :
  1. Banyak Tertawa atau Tertawa Tanpa Sebab
    Yang dilarang dalam Islam karena dapat membuat hati menjadi keras adalah Qahqahah disebut juga dengan tertawa ala setan. Qahqahah adalah tertawa melebihi dari kebiasaan dan diikuti dengan memukul-mukul diri.Rasulullah Saw melarang banyak tertawa, sebagaimana dalam sebuah hadits : Sedikitkanlah tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati. [ Shahih adabul mufrad : 252 ].
  2. Makan Ketika Belum Lapar atau Banyak MakanSaat seseorang banyak makan, maka orang tersebut sudah mengikuti hawa nafsu perutnya. Selain dapat membuat hati menjadi keras, orang yang banyak makan akan menjadi malas, berat badan tidak ideal dan mudah terserang penyakit. Selain itu, orang yang banyak makan akan sulit untuk berpikir.Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada wadah paling buruk yang diisi manusia selain perutnya, cukuplah seorang anak Adam makan beberapa suap makanan saja yang dapat mengokohkan tulang punggungnya. Jika memang ia harus mengisi perutnya maka hendaknya ia memberikan sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya”. { HR. At-Tirmidzi}
  3. Bicara Tanpa Keperluan atau Bicara Berlebihan
    Bicara berlebihan apalagi jika yang dibicarakan tidak bermanfaat akan mengeraskan hati. Hal ini bisa terjadi karena lidah adalah salah satu perwakilan dari suara hati.Rasulullah Saw bersabda:
    Tidak akan lurus iman seorang hamba hingga lurus hatinya. Dan tidak akan lurus hatinya hingga lurus lisannya. [ HR. Ahmad ].
    Rasulullah pernah menyuruh umatnya untuk berkata baik atau diam. Sebagaimana sabdanya:
    Barangsiapa yang berimana kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah dia berkata benar atau diam,” [HR. Al-Bukhari}
    Itulah tiga hal yang dapat membuat hati menjadi keras. Penyebab hati menjadi keras bukan hanya tiga hal di atas. Namun ketiga hal inilah yang paling sering ditemui dalam masyarakat.
Posted by Master Teknik Indonesia on 23.38 in    No comments »

Share

Facebook Twitter

Search